Pedas di Lidah Itu Menyiksa, Tapi Kenapa Orang Suka?



Jakarta – Makanan pedas memang menyiksa, tetapi bagi sebagian orang siksaan itu kadang justru nagih. Banyak yang berlomba-lomba ‘upgrade’ level kepedasan saat mulai merasa butuh tantangan lebih.

Efek ‘nagih’ dari rasa pedas sejak lama jadi misteri yang membuat para ilmuwan penasaran. Namun faktanya, masing-masing individu punya alasan sendiri kenapa suka makanan pedas.

Beberapa orang menyukai makanan pedas karena percaya kandungan nutrisi yang bertanggung jawab memunculkan pedas punya manfaat bagi kesehatan. Capsaicin dalam cabai misalnya, dalam beberapa penelitian terbukti memiliki efek antimikroba dan bisa menurunkan tekanan darah.

Namun Dr Paul Rozin dari University of Pennsylvania menganggap efek menyehatkan dari rasa pedas terlalu kecil untuk menjelaskan fenomena ketagihan rasa pedas. Menurutnya itu bukan alasan sesungguhnya.
Bahkan, Dr Rozin menyebut ketagihan rasa pedas sebagai salah satu bentuk masokisme. Ketika berbicara tentang seks, masokisme adalah perilaku menyakiti diri sendiri atau orang lain dan mendapatkan kenikmatan dari ‘sakit’ yang dirasakan.

Hal yang sama juga terjadi pada orang-orang yang menyukai atau bahkan kecanduan rasa pedas. Dalam sebuah eksperimen, ia menguji batas maksimal rasa pedas masih bisa dinikmati oleh para penggemar makanan pedas.

“Persis di bawah level yang tidak tertahankan lagi,” demikian Dr Rozin menyimpulkan betapa orang rela mengalami siksaan rasa pedas demi mendapat kenikmatan yang diinginkan, seperti dikutip dari NY Times.

(up/ask)



Link sumber berita

Penulis :

Tanggal posting : 2019-03-15 09:00:05

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *