Jokowi: Pengangguran dan Kemiskinan Turun Harus Kita Syukuri



Liputan6.com, Jakarta – Calon presiden petahana Joko Widodo menyatakan, tingkat penggangguran di Indonesia sudah turun. Pun, tingkat kemiskinan sudah mencapai angka 1 digit. Hal ini sudah sepatutnya disyukuri oleh seluruh masyarakat.

“Untuk jadi negara maju, tentu tantangannya besar. Kita jangan kufur nikmat, harus bersyukur. Inflasi pangan rendah, tingkat pengangguran turun, kemiskinan juga sudah 1 digit. Kita tidak boleh takut akan kesulitan, harus selalu optimis,” ujarnya saat menutup Debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Sabtu (13/4/2019).

Sebagai informasi, tingkat pengangguran Indonesia saat ini turun dari 5,9 persen menjadi 5,3 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Agustus 2018, jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 124,01 juta orang, bertambah 2,99 juta orang dari Agustus 2017. Di sisi lain, dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 40 ribu orang, sejalan dengan TPT yang turun menjadi 5,34 persen pada Agustus 2018.

Sementara angka kemiskinan bisa ditekan hingga single digit menjadi 9,82 persen atau sekitar 25,95 juta jiwa pada Maret 2018 di masa pemerintahan Jokowi-JK.

Padahal pada Maret 2015 angka kemiskinan masih 28,59 juta jiwa atau 11,22 persen. Tidak hanya itu, angka pengangguran juga merosot. Pada Maret 2018 angka pengangguran sebesar 6,87 juta jiwa atau 5,13 persen. Dibandigkan pada Maret 2015, saat itu masih 6,18 persen atau 7,4 juta jiwa.

Mengenai angka ketimpangan (gini ratio), pada Maret 2018 tercatat hanya 0,389. Sementara pada Maret 2015, angka gini ratio masih 0,408.



Link sumber berita

Penulis : Athika Rahma

Tanggal posting : 2019-04-13 23:20:33

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *